Tips Menyusui

Cara Mudah Memeras ASI dengan Tangan

Setiap ibu sebaiknya bisa memerah ASI dengan menggunakan tangan.Memerah dengan tangan adalah cara paling baik untuk memerah ASI. Cara ini tidak memerlukan peralatan, jadi seorang wanita dapat melakukannya dimana saja dan kapan saja. Memerah dengan mudah dilakukan jika payudara dalam keadaan lunak. Ibu sebaiknya sudah bisa memerah ASI di hari pertama atau kedua setelah persalinan.

menyimpan asi itu mudahManfaat memerah ASI bagi ibu:

  • Untuk menjaga agar pasokan ASI tetap banyak jika ibu terpaksa terpisah dari bayi karena bayi tidak stabil, prematur atau terlalu kecil.
  • Untuk memerah ASI bagi bayi sakit. Ibu perlu memerah setiap tiga jam.
  • Untuk meningkatkan pasokan ASI-nya jika pasokan ASI ibu menurun. Ibu bisa memerah tiap dua jam, bahkan tiap satu jam selama beberapa hari juga setidaknya tiap tiga jam di malam hari.
  • Untuk memberikan ASI saat bayi ditinggal pergi atau bekerja.
  • Untuk mengurangi keluhan gejala bendungan ASI atau payudara bocor saat di tempat kerja. Cukup perah beberapa saat hanya untuk membuat payudara nyaman.

Sebaiknya setiap ibu menyusui bisa melakukan memerah ASI dengan tangan, karena:

  • Banyak pompa yang menyebabkan ibu kesakitan dan tidak efektif digunakan.
  • Banyak ibu lebih nyaman dengan memerah manual karena lebih alami.
  • Kontak kulit lebih bisa menstimulasi daripada sensasi bersentuhan dengan wadah plastik, sehingga memerah manual biasanya lebih mudah mendapatkan refleks oksitosin.
  • Nyaman.
  • Ramah lingkungan.
  • Mudah dibawa. Tangan akan selalu dibawa oleh ibu bukan??
  • Ekonomis sehingga semua ibu bisa memilikinya.

Empat prinsip dasar pemerahan ASI:

  1. Perah kedua payudara setiap kali ibu memerah ASI.
  2. Perah ASI ke dalam wadah seperti cangkir, gelas, kendi atau botol yang telah dicuci dengan sabun dan dibilas dengan air bersih.
  3. Pastikan ASIP disimpan dengan label yang berisi identitas, tanggal dan jam pemerahan ASI.
  4. Simpan ASIP di tempat yang paling sejuk di dalam rumah.

Cara memerah ASI dengan tangan:

  1. Mencuci tangan dengan menggunakan sabun dan air setiap sebelum mulai memerah. Budayakan cuci tangan
  2. Ibu hanya perlu membersihkan payudaranya sekali sehari. Terlalu sering membersihkan payudara terutama dengan sabun hanya akan membuat kulit sensitif di areola mudah kering , meningkatkan kemungkinan retak pada payudara.
  3. Ciptakan rutinitas pemerahan supaya tubuh ibu terkondisikan untuk lebih cepat beradaptasi serta memudahkan pemancingan refleks oksitosin. Ambil posisi yang nyaman, ibu dapat berdiri atau duduk. Ibu bisa memijat payudara sebentar:

memijat payudara

4. Letakkan ibu jari di atas puting atau di bawah areola. Posisi jari telunjuk berada di bawah puting atau areola, dan berseberangan dengan ibu jari. Sangga dan pegang payudara dengan jari-jari yang lain.

Memerah ASI

  • Posisi ibu jari dan dua jari sekitar 2,5 – 3,75 cm dari dasar puting. Bukan tepian areola yang dijadikan patokan karena ukuran areola bervariasi antar-ibu.
  • Ada beberapa sumber yang menuliskan letak posisi kedua jari di tepi areola.
  • Tempatkan bantalan ibu jari di atas puting arah jam 12 dan bantalan jari-jari di bawah puting arah jam 6 sehingga membentuk huruf “C” seperti gambar di atas.  Posisi ibu jari dan jari telunjuk senantiasa berseberangan: arah jam 12 dan jam 6  lalu pindah arah jam 9 dan jam 3.

Peraga jam areola

  • Catatan: ibu jari dan jari-jari segaris dengan puting. Hindari melekukkan dan menekan payudara.

5. Dorong payudara lurus ke belakang ke arah dinding dada.

Beberapa ibu menemukan jika payudara ditekan dengan lembut menuju dan keluar ke arah dinding dada sambil menekan payudara membantu meningkatkan produksi ASI. Hindari melebarkan jari-jemari. Jika payudara besar, pertama angkat dulu payudara, baru kemudian dorong ke arah dinding dada.

6. Tekan ibu jari sedikit ke depan-bawah seperti saat melakukan pengambilan cap jempol. Pindah tekanan jari dari jari tengah ke jari telunjuk saat ibu jari menekan. Jaringanpayudara ditekan-lepas antara jempol dan jari-jari untuk beberapa saat. Kadang ibu dapat merasakan melebarnya saluran ductus yang terisi ASI.

Gerakan ini akan menstimulasi gerakan bergelombang menyerupai oleh  yang dilakukan dengan gerakan lidah bayi saat menekan langit-langit mulut dan menghisap saluran ductus tanpa melukai jaringan payudara yang sensitif.

Memerah ASI2

8. Jika ASI tidak keluar, ibu dapat memposisikan kembali jempol dan jarinya lebih dekat dengan puting atau menjauh hingga dapat mengalirkan ASI. Kemudian tekan dan lepas payudara seperti sebelumnya.

9. Menekan dan melepas payudara dari segala arah mengelilingi payudara, tetap pertahankan jaraknya dari puting. Ibu ingat lagi ya tentang anatomi payudara: ASI tersimpan di saluran-saluran ductus kecil di belakang areola dan ada banyak saluran yang harus kita kosongkan.

Anatomi payudara1

10. Memerah dari satu payudara hingga aliran ASI-nya melambat dan ASI hanya menetes. Ini biasanya sekitar 2 – 5 menit. Lalu memerah payudara yang lain hingga aliran hanya menetes lagi.

11. Langkah ke-9 ini diulang-ulang bergantian kedua payudara 5 – 6 kali, sekitar 20 – 30 menit. Ulangi gerakan: posisi, tekan, lepas.

12. Ibu berhenti memerah setelah kedua payudara tidak keluar ASI.

Bila ibu mengeluarkan kolostrum pada hari pertama dan kedua, tampung dalam sendok atau ambil dengan selongsong suntik 2 ml atau 5 ml. Penolong dapat melakukan hal ini. Ini untuk mencegah hilangnya ASI jika jumlah ASI yang sedikit disimpan dalam wadah yang besar.

Hindari hal berikut ini:

–        Hindari memeras puting: posisi ini akan menutup saluran besar tempat keluarnya ASI sehingga justru akan menghambat aliran ASI

–        Hindari meluncurkan jari-jari pada payudara: regangan yang ditimbulkan bisa melukai jaringan payudara dan membuat lecet kulit.

Saat ibu merasa aliran ASI mulai sedikit, ibu bisa melakukan gerakan pemijatan payudara di atas. Pemijatan payudara juga bisa dilakukan secara simultan dengan gerakan memerah ASI. Waktu yang dibutuhkan untuk memerah ASI dengan tangan untuk bisa menggantikan satu waktu penyusuan langsung-bayi kira-kira sekitar 20 – 30 menit.

  • Perah payudara kanan selama 7 menit, perah payudara kiri selama 7 menit.
  • Pijat, usap-gelitik, kocok-ringan sekitar 1 menit.
  • Perah masing-masing payudara selama 3 – 5 menit.
  • Pijat, usap-gelitik, kocok-ringan sekitar 1 menit.
  • Perah masing-masing payudara selama 2 – 3 menit.

Catatan: saat pasokan ASI sudah mantap, waktu di atas hanya sebagai acuan. Ibu cukup melihat aliran ASI yang keluar serta perubahan payudara. Jika pasokan ASI sedikit atau bahkan tidak ada maka lakukan sesuai patokan waktu di atas. Setiap bagian bisa digunakan atau ditambah sesuai yang ibu butuhkan.

Beginilah sebenarnya teknik memerah ASI dengan teknik Marmet. Mudah, efisien dan murah.

memerah asi3

Ibu jangan risau jika hasil perahan di awwal waktu memerah hanya sedikit. Memerah ASI adalah ketrampilan yang akan semakin mahir dengan makin sering dilakukan. Payudara ibu juga butuh beradaptasi dengan proses pemerahan. Mulai lakukan pemerahan setelah bayi berumur 4 minggu atau proses menyusui telah mantap. Ibu bisa memulai menimbun stok ASIP paling telat 2 minggu sebelum kembali bekerja.

Saat sudah mahir nanti, terkadang ASI akan memancar dengan sendirinya tanpa ibu peras dengan jari. Ibu hanya butuh mencoba dengan disiplin, penuh rasa percaya diri dan konsisten. Ibu bisa memerah ASI dengan tangan meski di kantor atau dimanapun ibu berada, cukup menggunakan penutup dada seperti apron, scarf atau pashmina.

Selamat terus menyusui ya ^.^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *